Monday, December 23, 2013

IDEOLOGI DAN PANDANGAN HIDUP YANG BAIK


ADRIAN GUNANTA
1PA01 / 10513271

IDEOLOGI DAN PANDANGAN HIDUP YANG BAIK

I. PENGERTIAN IDEOLOGI
Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang berarti “gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita” dan logos yang berarti “ilmu”, kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti bentuk. Jadi, ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.

II. MACAM-MACAM IDEOLOGI
·         Komunisme, komunisme adalah paham yang mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, paham komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu yang ada di suatu negara dikuasai secara mutlak oleh negara tersebut. Negara yang masih menganut komunisme adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
·         Liberalisme, liberalisme atau Liberal adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.  Negara penganut liberalisme adalah : Amerika Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico Suriname.
·         Kapitalisme, kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.  Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol, Australia, Portugis, dan Perancis.
·         Fasisme, fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Negara yang menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman dan Jerman.
·         Pancasila, Pancasila terdiri dari dua kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
 1.        Ketuhanan Yang Maha Esa
 2.        Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
 3.        Persatuan Indonesia
 4.        Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
 5.        Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

III. CARA BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik adalah :
·         Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
·         Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara.
·         Menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu sendiri. Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
·         Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
·      Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
·      Mengamankan, mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.

IV. CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN
Menurut saya ideologi adalah bahasa lain dari cita-cita atau konsep hidup. Ketika kecil saya bercita-cita ingin menjadi seorang tentara. Saya berlaku bagaikan tentara, dari cara berjalan lalu cara berpakaian. Sebisa mungkin saya ngomong dengan lantang (lantang berbeda dengan berteriak atau membentak), berpakaian rapih dan berjalan yang tegak seperti yang ada di film dan yang saya lihat. Tetapi ketika saya dewasa, orang tua saya melarang saya untuk menjadi tentara dengan alasan ibu saya takut dan khawatir kalau saya akan ikut perang, lalu ayah saya berpendapat bahwa tentara gajinya tak seberapa (saya berkata tak seberapa, bukan berarti gaji tentara kecil..). Semakin hari saya semakin tumbuh menjadi remaja lalu dewasa. Ketika sampai pada jenjang pendidikan SMA, saya bertanya lagi mengenai kehidupan saya selanjutnya apakah saya menjadi tentara atau tidak. Kedua orang tua tetap bersikeras tidak mengizinkan, perbedaan ideologi antara saya dan ayah saya menimbulkan konflik di keluarga. Tetapi hal ini tidak berlalu lama karena kami menyelesaikannya dengan kepala dingin dan dengan cara musyarawah. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan psikologi, dan saya menginginkan melanjutkan ke bidang psikologi kriminal. Dalam hal ini, cara menyelesaikan perbedaan ideologi adalah dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan..


SUMBER


No comments:

Post a Comment