ADRIAN GUNANTA
1PA01 / 10513271
IDEOLOGI
DAN PANDANGAN HIDUP YANG BAIK
I. PENGERTIAN IDEOLOGI
Istilah ideologi berasal dari kata “Idea” yang
berarti “gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita” dan logos yang berarti
“ilmu”, kata “idea” berasal dari kata bashasa Yunani “eidos” yang berarti
bentuk. Jadi, ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang
kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut
berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari
pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.
II. MACAM-MACAM IDEOLOGI
·
Komunisme, komunisme adalah paham yang
mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, paham
komunis juga menyatakan semua hal dan sesuatu yang ada di suatu negara dikuasai
secara mutlak oleh negara tersebut. Negara yang masih menganut komunisme adalah
Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.
·
Liberalisme, liberalisme atau Liberal
adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan
pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Negara penganut liberalisme adalah : Amerika
Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras,
Kanada, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, Venezuela Aruba,
Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico
Suriname.
·
Kapitalisme, kapitalisme atau Kapital
adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya
untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.
Negara yang menganut paham kapitalisme adalah Inggris, Belada, Spanyol,
Australia, Portugis, dan Perancis.
·
Fasisme, fasisme merupakan sebuah paham
politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini,
nasionalisme yang sangat fanatik dan juga otoriter sangat kentara. Negara yang
menganut paham faiisme adalah Italia, Jerman dan Jerman.
·
Pancasila, Pancasila terdiri dari dua
kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas.
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia berisi:
1. Ketuhanan
Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan
Yang Adil Dan Beradab
3. Persatuan
Indonesia
4. Kerakyatan
Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
III. CARA BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik adalah
:
·
Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama
dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan
hidup.
·
Mengerti disini dimaksudkan mengerti
terhadap pandangan hidup itu sendiri. Bila dalam bemegara kita berpandangan
pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya
mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara.
·
Menghayati pandangan hidup kita
memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hdiup itu
sendiri. Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang
terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan
mengenai pandangan hidup itu sendiri.
·
Meyakini ini merupakan suatu hal untuk
cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan
hidupnya.
· Pengabdian
merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang
telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain.
· Mengamankan,
mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan din pada
suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu dan atau
mayalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan
perlawanan. Hal ini karena kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup
itu dia telah mengikuti langkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang
ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang
lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah
respon itu berwujud tindakan atau lainnya.
IV. CONTOH KASUS DAN PEMBAHASAN
Menurut saya ideologi adalah bahasa lain dari
cita-cita atau konsep hidup. Ketika kecil saya bercita-cita ingin menjadi
seorang tentara. Saya berlaku bagaikan tentara, dari cara berjalan lalu cara
berpakaian. Sebisa mungkin saya ngomong dengan lantang (lantang berbeda dengan
berteriak atau membentak), berpakaian rapih dan berjalan yang tegak seperti
yang ada di film dan yang saya lihat. Tetapi ketika saya dewasa, orang tua saya
melarang saya untuk menjadi tentara dengan alasan ibu saya takut dan khawatir
kalau saya akan ikut perang, lalu ayah saya berpendapat bahwa tentara gajinya
tak seberapa (saya berkata tak seberapa, bukan berarti gaji tentara kecil..).
Semakin hari saya semakin tumbuh menjadi remaja lalu dewasa. Ketika sampai pada
jenjang pendidikan SMA, saya bertanya lagi mengenai kehidupan saya selanjutnya
apakah saya menjadi tentara atau tidak. Kedua orang tua tetap bersikeras tidak
mengizinkan, perbedaan ideologi antara saya dan ayah saya menimbulkan konflik
di keluarga. Tetapi hal ini tidak berlalu lama karena kami menyelesaikannya dengan
kepala dingin dan dengan cara musyarawah. Akhirnya saya memutuskan untuk
mengambil jurusan psikologi, dan saya menginginkan melanjutkan ke bidang
psikologi kriminal. Dalam hal ini, cara menyelesaikan perbedaan ideologi adalah
dengan cara yang baik dan tanpa kekerasan..
SUMBER
No comments:
Post a Comment