ADRIAN GUNANTA
1PA01 / 10513271
KEINDAHAN YANG MENGANDUNG NILAIN INTRINSIK DAN
EKSTRINSIK
I. PENGERTIAN KEINDAHAN
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri
dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman
persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari
estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya.
II. PENGERTIAN INTRINSIK DAN EKSTRINSIK
Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya
sastra dari dalam. Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah :
·
Tema
·
Amanat
·
Alur/plot
·
Perwatakan/penokohan
·
Latar/setting
·
Sudut pandang/point of view
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya
sastra dari luar. Unsur ekstrinsik adalah latar belakang penciptaan.
III. CONTOH KASUS
IBU
Ibu kau
mengandung 9 bulan
sampai engkau
melahirkanku dengan susah payah
engkau
merawatku sampai aku tumbuh besar
engkau juga
merawatku tampa pamri
dan engkau
juga merawatku dengan penuh kasih sayang
Ibu kau
mengajariku berjalan sampai aku bisa berjalan
engkau juga
mengajariku berbicara sampai aku bisa
Ibu kau
bagaikan malaikatku
dikala aku
sedih engkau selalu ada untuk menghiburku
Ibu.. aku
juga merasa engkaulah pahlawanku
setiap aku
kesusahan engkau selalu ada untuk membantuku
Ibu...
bekerja keras
untuk
menafkahiku
ibu... terima
kasih atas pengorbananmu
yang engkau
berikan kepada ku
Ibu...
IV. PEMBAHASAN
Hubungan baik manusia dan keindahan yakni saling
membutuhkan, artinya manusia butuh yang namanya keindahan baik itu dari dalam
diri seseorang maupun lingkungan sekitar juga yang dibutuhkan manusia. Keindahan
dalam diri seseorang terdapat dalam sosok ibu. Ibu yang begitu lembut dan
berbeda dengan ayah yang begitu tegas dan disiplin. Dalam puisi di atas,
penulis puisi memilih tema cinta kasih antara ibu dan anak, cinta kasih yang
murni dan tanpa batas. Penulis ingin pembaca membuka pikirannya melalui puisi
yang dia buat. Ibu rela mempertaruhkan nyawanya untuk kita, apakah kita sudah
mempertaruhkan nyawa kita untuk ibu? Ingatkah kalian akan pepatah ‘surga ada di
telapak kaki ibu’? Pepatah tersebut bukan berarti kita harus mencium atau
memuja kaki ibu. Namun, lebih kepada menghormati dan menyayangi ibu..
SUMBER
No comments:
Post a Comment